Memohon Rahmah Berupa Hujan, Untuk Indonesia

Indonesia tengah mengalami kemarau yang panjang. Selain krisis air bersih di sejumlah daerah, juga terjadi Karhutla/ kebakaran hutan dan lahan yang sangat disayangkan karena efeknya yang sangat buruk. Bagi warga di beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatera kabut asap mengancam kesehatan, dan bahkan mematikan aktifitas perekonomian dan pendidikan. Bagi negara tetangga, Singapura bakal terancam batal melaksanakan ajang balapan F1-nya. Tidak hanya di pulau Sumatera dan Kalimantan , kebakaran hutan juga terjadi di lereng Gunung Slamet Jawa Tengah.

Terkait dengan bencana ini, PBNU melayangkan surat instruksi No. 3700/C.I.34/09/2019 kepada PW, PC, Lembaga, Banom dan Asosiasi Pesantren di bawah naungan RMI-NU untuk menyelenggarakan sholat Istisqo’.

MA Mafda sebagai Madrasah yang berada di bawah naungan NU, merasa sangat perlu untuk menyelenggarakan sholat istisqo, untuk meminta rahmat berupa hujan, untuk keselamatan bangsa Indonesia pada hari Sabtu 21 September 2019, pukul 07:00 WIB.

“Pada hari ini, kita berkumpul bersatu, membawa perasaan dan beban yang sama, dalam ketundukan dan kekhusyukan hanya kepada Allah swt. Bersama menunaikan shalat, patuh dan merendahkan diri di hadapan Allah Rabbul Izzah, membumbungkan harapan setinggi-tingginya kepada Allah Rabbul Alamin, agar berkenan menurunkan hujan yang deras atas segenap wilayah negeri ini. Semoga bencana ini mengingatkan kita untuk tetap menjaga nikmat yang dianugerahkan oleh Alloh swt yakni bumi, dijauhkan dari sifat-sifat yang merugikan umat manusia.  Mudah-mudahan alloh segera menurunkan rahmat berupa hujan dinegeri kita tercinta. Amin ya Rabbal ‘alamin.” Hal tersebut disampaikan oleh Ky. M. Maemun yang bertindak sebagai khotib dalam kesempatan ini.

Ritual berjalan dengan khidmat, ratusan siswa dan siswi MA Mafda tampak khusyuk memanjatkan do’a, meski matahari semakin terik meninggi langit timur. Semoga kemarau panjang ini segera berakhiur, diganti musim hujan yang penuh rahmat, menumbuhkan nikmat-nikmat yang masih terpendam di bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *